Mengapa perkebunan sawit tidak dianggap penghijauan?
01 December 2025

Penghijauan bertujuan menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan kaya akan manfaat lingkungan
Ayah Radjawali
Ya! perkebunan kelapa sawit tidak bisa disamakan dengan penghijauan meskipun sama-sama menanam pohon, karena keduanya memiliki tujuan, karakteristik ekosistem, dan dampak lingkungan yang sangat berbeda.
Berikut adalah perbedaan utama mengapa perkebunan kelapa sawit tidak dianggap sebagai penghijauan seperti hutan alami :
Tujuan Penanaman
Penghijauan atau hutan alami tujuannya adalah untuk memulihkan fungsi ekologis seperti pelestarian keanekaragaman hayati (biodiversitas), menjaga tata kelola air, penyerapan karbon maksimum, dan perlindungan tanah. Hasil utamanya adalah manfaat ekosistem.Sedangkan perkebunan kelapa sawit tujuannya adalah murni ekonomi atau produksi komoditas. Tanaman ditanam untuk menghasilkan minyak sawit dalam jumlah besar. Hasil utamanya adalah profit dan produk komersial.
Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)
Penghijauan atau hutan alami memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi (kaya akan spesies) dengan berbagai jenis pohon, tumbuhan bawah, hewan, dan mikroorganisme yang membentuk ekosistem yang kompleks dan saling bergantung.
Sedangkan perkebunan kelapa sawit bersifat monokultur, artinya hanya menanam satu jenis tanaman (kelapa sawit) dalam luasan yang sangat besar. Lingkungan yang seragam ini menyebabkan keanekaragaman hayati yang jauh lebih rendah. Sebagian besar spesies hewan liar dan tumbuhan bawah tidak dapat bertahan hidup atau berkembang biak di dalamnya.
Fungsi Ekosistem dan Hidrologi
Penghijauan atau hutan alami memiliki sistem perakaran pohon yang beragam dan tajuk yang berlapis membantu menyimpan air dan mengatur siklus air (daerah aliran sungai/DAS) secara efektif. Mampu menahan erosi tanah dan mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Sedangkan perkebunan kelapa sawit karena sifat monokultur dan kanopi (tajuk) yang kurang rapat dibandingkan hutan tropis, perkebunan sawit kurang efektif dalam mengatur tata kelola air. Perkebunan yang dibangun di atas lahan yang dulunya hutan, terutama lahan gambut, dapat menghilangkan fungsi hutan sebagai penyimpan air dan memicu degradasi lahan, yang justru dapat meningkatkan potensi banjir di daerah sekitarnya.
Dampak Konversi Lahan dan Emisi Karbon
Penghijauan atau hutan alami secara umum melibatkan penanaman kembali (reboisasi) atau perlindungan, yang bertujuan meningkatkan stok karbon di biomassa dan tanah.
Sedangkan perkebunan kelapa sawit, pembukaan lahan seringkali untuk perkebunan sawit baru dilakukan dengan mengkonversi (mengubah fungsi) hutan alam melalui deforestasi dan/atau pembakaran lahan. Konversi hutan, terutama di lahan gambut yang kaya karbon, akan melepaskan emisi gas rumah kaca (CO2 dan metana) dalam jumlah yang sangat besar ke atmosfer, berkontribusi signifikan terhadap pemanasan global. Meskipun pohon sawit menyerap karbon, kapasitas penyerapannya jauh lebih rendah dibandingkan hutan alam (biomassa di atas tanah sawit kurang dari 20% dari hutan hujan).
Penghijauan bertujuan menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan kaya akan manfaat lingkungan, sedangkan perkebunan kelapa sawit bertujuan menciptakan produksi yang efisien yang seringkali dicapai dengan mengorbankan fungsi ekosistem alami.
Website dan foto yang digunakan di website ini adalah hasil karya saya pribadi, kecuali disebutkan sumber asalnya. Hubungi whatsapp saya mengenai foto atau artikel yang saya publikasikan.