Menu

Sejarah Komunikasi Visual

02 January 2026

Bisa dibilang desain yang menggunakan ikon memang sangat efektif untuk mempermudah pemrosesan informasi kita.

Ayah Radjawali

Otak manusia memang memiliki kemampuan untuk memproses gambar jauh lebih cepat daripada teks, dan ini dikenal dengan istilah Visual Processing Speed. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa otak dapat memproses gambar dalam waktu sekitar 13 milidetik, yang jauh lebih cepat dibandingkan membaca teks.

Manusia dapat memproses gambar 60.000 kali lebih cepat daripada teks. Ini karena gambar memanfaatkan bagian otak yang lebih luas dan langsung terkait dengan penglihatan dan pemahaman visual. Gambar atau simbol memanfaatkan persepsi visual yang sudah berkembang sejak lama dalam evolusi manusia, membuatnya lebih mudah dikenali dan dipahami.

Teks memerlukan proses kognitif yang lebih panjang. Ketika kita membaca, otak harus memecah kata-kata, mengidentifikasi huruf-huruf, memproses arti kata, dan kemudian membangun pemahaman dari kalimat tersebut. Ini adalah proses berlapis yang membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha mental.

Ketika kita melihat gambar, otak kita langsung mengenali pola, warna, bentuk, atau simbol yang ada di dalam gambar tanpa perlu membaca atau menguraikan kata-kata. Misalnya, gambar simbol tombol simpan langsung dikenali tanpa perlu membacanya. Itu bisa dilakukan hanya dalam hitungan milidetik.


Sebaliknya, saat kita melihat teks, otak kita harus melalui serangkaian langkah, mulai dari mengidentifikasi huruf, membentuk kata, memahami arti kata, dan akhirnya memahami kalimat secara keseluruhan. Proses ini lebih berurutan dan memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan pengolahan gambar yang lebih instan.

Karena gambar diproses lebih cepat, mereka lebih efisien dalam menyampaikan pesan dalam waktu singkat. Itulah kenapa dalam desain antarmuka pengguna (UI), penggunaan ikon atau simbol visual menjadi sangat penting untuk mempermudah interaksi. Teks, meskipun teks lebih lambat diproses, ia memberikan detail dan kejelasan yang lebih tinggi. Teks juga bisa menjelaskan hal-hal yang sulit disampaikan hanya dengan gambar.

Gambar sangat efektif dalam konteks di mana kita membutuhkan pemahaman cepat atau hanya ingin menangkap ide secara umum. Namun, jika konteksnya lebih kompleks, teks lebih efektif karena dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci. Misalnya, piktogram seperti simbol air atau tanda bahaya bisa dipahami cepat, tetapi jika kamu perlu memahami instruksi yang lebih rinci, teks menjadi lebih berguna.

Dalam desain antarmuka digital, seperti aplikasi atau website, ikon dan gambar digunakan untuk mempercepat pemahaman. Pengguna lebih cepat mengenali tombol atau menu melalui simbol visual daripada membaca deskripsi panjang. Untuk instruksi kompleks atau informasi mendalam, teks tetap dibutuhkan, karena gambar tidak selalu bisa menyampaikan semua informasi yang diperlukan.

Otak manusia memproses gambar lebih cepat dan lebih efisien daripada teks, terutama ketika kita hanya membutuhkan pemahaman cepat. Gambar bisa langsung memberikan informasi dalam sekejap, sementara teks membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses karena melibatkan pembacaan dan pemahaman kata-kata. Namun, untuk informasi yang lebih detail dan kompleks, teks tetap memiliki keunggulan.

Komunikasi visual adalah bentuk komunikasi yang menggunakan elemen-elemen visual seperti gambar, ikon, warna, grafik, dan simbol untuk menyampaikan informasi atau pesan kepada audiens tanpa perlu menggunakan kata-kata atau teks secara langsung.

Komunikasi visual sangat penting dalam dunia desain grafis, antarmuka pengguna (UI), dan pengalaman pengguna (UX). Misalnya, dalam desain aplikasi atau situs web, ikon dan grafik digunakan untuk menyederhanakan interaksi dan membuat informasi lebih mudah diakses dan dipahami, tanpa membebani pengguna dengan terlalu banyak teks.

Komunikasi visual sudah digunakan manusia sejak zaman prasejarah, jauh sebelum kita mengenal tulisan seperti yang kita pakai sekarang. Beberapa bentuk komunikasi visual pertama yang ditemukan adalah lukisan gua dan piktogram yang digunakan oleh manusia purba. Lukisan-lukisan ini, seperti yang ditemukan di gua Lascaux di Prancis sekitar 17.000 tahun yang lalu, adalah cara mereka untuk mendokumentasikan perburuan atau menyampaikan cerita dan kepercayaan mereka.

Baca juga ini https://www.brin.go.id/news/119482/lukisan-gua-tertua-di-dunia-ditemukan-di-sulawesi-selatan-berusia-51200-tahun

Seiring berjalannya waktu, manusia mulai mengembangkan piktogram, yang merupakan simbol-simbol visual yang mewakili objek atau ide tertentu. Piktogram ini bisa ditemukan dalam berbagai budaya kuno, seperti di Mesir kuno dengan hieroglifnya, atau di Sumeria dengan sistem tulisan paku (cuneiform), yang walaupun menggunakan simbol-simbol visual, mulai berkembang menjadi bentuk tulisan yang lebih kompleks.

Jika kita bicara tentang komunikasi visual modern, itu mulai berkembang pesat setelah revolusi industri dan munculnya media massa di abad ke-19 dan ke-20. Penggunaan iklan visual, poster, film, dan televisi memungkinkan pesan disampaikan secara lebih luas dan lebih efektif melalui elemen-elemen visual. Pada abad ke-20, dengan berkembangnya desain grafis dan teknologi digital, komunikasi visual semakin mengambil peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari desain produk, antarmuka pengguna, hingga pemasaran dan branding.

Komunikasi visual sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, tetapi perkembangannya dalam bentuk yang kita kenal sekarang baru benar-benar muncul pada abad ke-19 dan ke-20, seiring dengan kemajuan teknologi dan budaya media.

Keduanya, gambar dan teks memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan keduanya sering kali digunakan bersama-sama untuk menciptakan pengalaman komunikasi yang lebih efisien dan jelas.

Website dan foto yang digunakan di website ini adalah hasil karya saya pribadi, kecuali disebutkan sumber asalnya. Hubungi whatsapp saya mengenai foto atau artikel yang saya publikasikan.