Sejarah Sepeda
22 April 2025

Bahkan, Yogyakarta sempat dijuluki sebagai "kota sepeda"
Ayah Radjawali
Awal mula sepeda bisa kita lacak hingga awal abad ke-19. Pada tahun 1817, seorang bangsawan Jerman bernama Baron Karl von Drais menciptakan sebuah alat transportasi beroda dua yang disebut "Laufmaschine" atau "mesin lari". Di Prancis, alat ini lebih dikenal dengan nama "velocipede". Bentuknya masih sangat sederhana, terbuat dari kayu, dengan dua roda segaris dan tanpa pedal. Cara menggunakannya pun unik, pengendara harus mendorongkan kaki ke tanah seperti sedang berjalan kaki. Alat ini kemudian populer dengan sebutan "draisienne" atau di Inggris dikenal sebagai "dandy horse" atau "hobby-horse" (kuda hobi). Meskipun belum praktis, penemuan Drais ini menjadi tonggak penting karena merupakan kendaraan pertama yang mengandalkan keseimbangan manusia untuk bergerak.
Evolusi dengan Pedal dan Roda Tinggi
Beberapa dekade kemudian, inovasi terus bermunculan. Pada tahun 1860-an, seorang Prancis bernama Pierre Michaux dan putranya Ernest menambahkan pedal pada roda depan velocipede. Inilah yang menjadi cikal bakal sepeda dengan sistem kayuh. Sepeda ini kemudian dikenal dengan nama "boneshaker" karena rodanya yang masih terbuat dari kayuSolid dan perjalanannya yang tidak nyaman.
Era 1870-an dan 1880-an menjadi saksi munculnya "penny-farthing" atau "ordinary bicycle". Sepeda ini memiliki roda depan yang sangat besar dan roda belakang yang jauh lebih kecil. Tujuannya adalah untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi dengan sekali putaran pedal. Meskipun ikonik, sepeda ini sangat sulit dikendalikan dan berbahaya, terutama saat naik atau turun.
Lahirnya Sepeda Modern
Titik balik dalam sejarah sepeda terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun 1880-an. John Kemp Starley, seorang penemu asal Inggris, dianggap sebagai bapak sepeda modern denganSafety Bicycle ciptaannya pada tahun 1885. Sepeda ini memiliki ciri-ciri yang kita kenal sekarang, yaitu :
- Dua roda berukuran sama
- Penggerak rantai ke roda belakang
- Rangka berbentuk berlian yang lebih kokoh dan ringan
- Penggunaan ban karet yang dipatenkan oleh John Boyd Dunlop pada tahun 1888, memberikan kenyamanan berkendara yang signifikan.
- Inovasi lain seperti rem, gir (freewheel) dan sistem pengereman terus dikembangkan, menjadikan sepeda semakin aman, nyaman, dan efisien.
Sepeda di Indonesia
Sepeda mulai dikenal di Hindia Belanda (Indonesia) pada awal abad ke-20. Awalnya, sepeda merupakan barang mewah dan digunakan oleh para pegawai kolonial, bangsawan, misionaris, dan saudagar kaya. Merek-merek seperti Rover menjadi sangat populer dan menjadi simbol status. Harga sepeda pada masa itu sangat mahal, setara dengan harga emas.
Seiring waktu, harga sepeda menjadi lebih terjangkau dan mulai digunakan oleh masyarakat luas. Jalanan di kota-kota besar seperti Batavia (Jakarta), Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan menjadi ramai oleh para pesepeda. Bahkan, Yogyakarta sempat dijuluki sebagai "kota sepeda".
Pada masa penjajahan Jepang dan setelah kemerdekaan, sepeda tetap menjadi alat transportasi penting bagi banyak orang Indonesia. Berbagai merek sepeda dari Eropa dan kemudian dari Asia, seperti Phoenix dan Butterfly, meramaikan pasar. Sepeda onthel, dengan desainnya yang klasik dan kokoh, menjadi sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia hingga kini dan menjadi bagian dari warisan budaya.
Kini, sepeda tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai sarana olahraga, rekreasi, dan gaya hidup yang semakin populer di Indonesia. (Dari berbagai sumber)
Website dan foto yang digunakan di website ini adalah hasil karya saya pribadi, kecuali disebutkan sumber asalnya. Hubungi whatsapp saya mengenai foto atau artikel yang saya publikasikan.